KISAH NAHIDA
Greater Lord Rukkhadevata menciptakan hutan hujan Sumeru, juga menganugerahkan kebijaksanaan kepada para rakyatnya melalui Akademiya. Bahkan setelah kematiannya, nama baiknya masih dikumandangkan oleh setiap keluarga.
Sedangkan Lesser Lord Kusanali yang disambut oleh para Sage ke Sanctuary of Surasthana setelah kematian dewa, lebih seperti sebuah simbolis saja, bahwa berkah dari dewa di tanah ini masih belum hilang.
Namun sebenarnya, siapakah dia? Bagaimana dia terlahir? Apa pula Izin yang dimilikinya? Tidak banyak orang yang tahu jawaban atas pertanyaan ini.
Para rakyat pelan-pelan mendapati jawabannya dari sikap para Sage yang mengelak saat membahas tentang nama besar "Lesser Lord Kusanali" ini, sehingga mereka tidak lagi mengharapkan kebijaksanaan dewa dianugerahkan begitu saja dari langit.
Akasha tetap saja efektif dan efisien seperti dahulu kala, ini tidak lain juga merupakan keajaiban yang ditinggalkan oleh Greater Lord Rukkhadevata. Namun yang tidak diketahui oleh orang-orang adalah, Akasha sekarang juga telah menjadi mata dan telinga dewa yang baru terlahir.
Dia menggunakan Akasha untuk memahami berbagai emosi manusia. Tentu saja, dia juga tahu bagaimana orang-orang terobsesi dengan dewa lama mereka dan kecewa dengan dewa baru mereka, belum lagi berbagai komentar seperti "Dewa Kebijaksanaan sudah tidak ada di dunia ini lagi."
Dia paham betul kalau dia sendiri harus belajar dengan giat dan bertumbuh secepat mungkin agar bisa menghadapi ancaman yang paling mengerikan dari dunia. Ini juga adalah misi yang tidak bisa dihindari olehnya.
Bukan masalah dia tidak dimengerti atau tidak dihargai, Nahida tidak pernah keberatan dengan sikap seperti ini.
KISAH NAHIDA FRENDSHIP LEVEL 2
Proses belajar dan bertumbuh adalah proses yang menyenangkan. Seluruh pengetahuan tentang dunia ini selalu bisa memuaskan rasa ingin tahu Nahida yang menggebu-gebu.
Secara bertahap, dia mulai menguasai hukum antara alam dan elemen. Dia juga memahami ekologi langit dan lautan. Dia bahkan dapat mengintegrasikan dan menciptakan mimpi indah yang masuk akal namun tidak terduga.
Mimpi semacam ini pada dasarnya sama dengan perumpamaan indah yang sangat dia kuasai, yang bisa membuat orang-orang tersadar dan memahami kesamaan antara dua hal yang awalnya tidak berhubungan.
Namun, dia juga punya masa-masa sulit ketika dia tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi, yang sering kali merupakan peristiwa yang berkaitan dengan manusia dan masyarakat.
Misalnya, saat seseorang mengakui kebenaran dan bisa terlepas dari hukuman, ada orang yang memilih diam dan mengutarakan kebohongan; saat bersama-sama dengan orang yang benar-benar mereka cintai, beberapa orang sering berkata-kata kasar.
Sepertinya kontradiksi seluruh dunia itu terfokus dan tampil dalam tubuh manusia ini. Perubahan emosi manusia membuat Nahida tersesat dalam kebingungan.
Perumpamaan yang indah juga tidak menjadi tidak efektif pada saat seperti ini, bahkan jika bisa melihat menembus dunia ini, juga tidak bisa menemukan sistem kekacauan yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Dia hanya bisa menjelaskan kalau setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda, sifat dan karakter inilah yang membuat mereka bereaksi dengan cara yang berbeda saat dihadapkan dengan emosi yang sama.
Tapi jawaban ini tidak membuatnya puas. Untuk memahami manusia, tidak cukup kalau hanya mengandalkan pengetahuan dan dogma yang dingin.
Mungkin sejak saat itu, Nahida mengerti kenapa "dia" harus berdiri teguh di pihak manusia, meski kalau itu berarti dia harus melakukan pengorbanan besar.
"Mereka" semuanya adalah makhluk yang unik di dunia ini.
KISAH NAHIDA FRENDSHIP LEVEL 3
Kehidupan Nahida mungkin sedikit terstruktur, tapi dia memiliki mimpi yang paling imajinatif dan hidup di seluruh Sumeru.
Pengetahuan yang diperolehnya dengan menggunakan Akasha di siang hari akan diinterpretasikan dengan jelas dalam mimpi di malam hari. Seiring dengan bertambahnya jumlah pengetahuan yang dia kuasai, mimpinya menjadi semakin indah dan hidup.
Ini bukan cuma bisa menenangkan dirinya, tapi juga bisa memberinya kesempatan untuk memeriksa apakah pengetahuan yang baru saja dia pelajari sesuai dengan akal sehat atau ada sesuatu yang kurang.
Ketika pertama kali bermimpi tentang Dusk Bird, mereka akan terus terbang di atas langit dengan posisi sedang berdiri tegak di atas pohon, namun mereka juga tidak mengepakkan sayapnya.
Pemandangan ini aneh sekali bagaimanapun dilihat, sehingga fenomena ini menarik perhatian Nahida dengan sangat cepat. Dia jadi mengerti fungsi sayap melalui kejadian ini, dan tidak lama setelahnya, Dusk Bird pun mengepakkan sayapnya dan mulai terbang menari-nari secara alami di dalam mimpinya.
Selanjutnya, dia menggunakan cara yang sama untuk memperbaiki Shroomboar yang tidur di dasar air, Radish yang tumbuh di atas pohon apel, dan Crystalfly dengan warna sayap yang tidak konsisten.
Pengetahuan tidak hanya digunakan untuk merasionalisasi segala sesuatu di dunia, tapi juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bermain anak-anak yang sangat kaya.
Kalau secara akal sehat, Shroomboar seharusnya cuma bisa berjalan di atas tanah, tapi setelah mengetahui fungsi sayap, apakah Shroomboar yang memiliki sayap juga jadi bisa terbang di atas langit?
Kalau Shroomboar bisa terbang, berarti buaya yang memiliki kaki juga bisa berjalan, dan Harra Fruit juga bisa berkomunikasi dengan manusia dong ....
Cara Nahida membangun sistem pengetahuan secara tidak langsung sudah membangun tanah kebahagiaan kecil baginya. Di dalam mimpinya, dia sangat bahagia.
KISAH NAHIDA FRENDSHIP LEVEL 4
<Pengetahuan anak-anak masih belum utuh dan mudah dipengaruhi oleh emosi, namun ini tidak berarti kalau mereka boleh dianggap remeh atau diejek-ejek dengan seenaknya.
Kegalauan dan rasa kehilangan memang dapat membuat mereka mencicipi pahitnya kenyataan, tapi juga dapat membuat mereka kehilangan pikirannya yang murni dan emosinya yang menggebu-gebu.
Anak-anak tidak beruntung yang bertemu dengan kejadian-kejadian seperti ini biasanya akan mendengar sebuah suara yang sangat lembut pada sebuah malam biasa.
Dia mendengarkan keluhan anak-anak dengan penuh perhatian, juga menggunakan perumpamaan yang ajaib untuk menceritakan kebenaran kepada anak-anak, juga menemani mereka bermain bersama-sama dan mengobrol soal camilan dan permainan yang mereka sukai ... sampai subuh.
Meskipun kebersamaan selama satu malam itu singkat, anak-anak akan percaya kalau di dunia ini masih ada orang yang dapat memahami mereka.
Kebencian dan perlawanan mulai mencair dalam sebuah arus yang hangat. Mereka jadi memiliki kesempatan untuk bertemu dengan titik balik kehidupan, menjadi percaya diri dan bahagia.
Namun, tidak ada anak yang tahu siapa pemilik suara dalam mimpi itu. Bahkan jika orang-orang tahu tentang kebesaran nama Greater Lord Rukkhadevata, beliau yang luar biasa hebat telah meninggal dunia bagaimanapun ceritanya.
Beberapa anak diam-diam berkumpul untuk membahas kejadian ajaib ini. Tiba-tiba, ada seorang anak yang kelihatannya berpengetahuan luas yang tiba-tiba menyebut nama "Lesser Lord Kusanali" yang asing.
Semua orang langsung bisa menerima penjelasan ini, dan tentu saja, tidak ada orang tua yang memercayainya.
Tapi memangnya kenapa? Toh Lesser Lord Kusanali sudah menjadi teman mereka.
KISAH NAHIDA FRENDSHIP LEVEL 5
Staf yang bertanggung jawab atas perencanaan penghijauan Kota Sumeru pernah menerima surat misterius yang ditandatangani sebagai "Warga Kota Sumeru Biasa yang Antusias dan Sangat Santai".
Surat itu berisi saran yang mendetail, perencanaannya juga sangat menyeluruh, mempertimbangkan berbagai dampak seperti angin, hujan, dan sinar matahari, juga mempertimbangkan berbagai keperluan yang praktis.
Dilihat dari tingkat profesionalisme suratnya, surat ini pasti berasal dari seorang peneliti terkenal Amurta yang tidak mau disebutkan namanya.
Meskipun tidak tahu namanya, staf itu seperti menerima perintah dari atasannya, dan menampilkan desain Kota Sumeru persis seperti yang perencanaan di dalam surat.
Desain ini sudah menerima pujian yang sangat tinggi. Kemudian pada suatu hari, ketika Nahida meminjam tubuh Katheryne dan sedang berjalan-jalan, dia dengan bahagianya menemukan kalau susunan tanaman sudah berubah menjadi persis seperti yang dia harapkan.
Ya benar. Surat itu ditulis oleh Nahida. Dia merasa bahwa pengetahuan itu penting, tetapi praktik juga tidak kalah pentingnya.
Namun karena manajemen Sage terlalu ketat, setelah Nahida mengerahkan segala macam upaya, mereka baru mengizinkan Nahida mengirim surat yang tampaknya tidak berguna ini secara anonim.
Tapi bagi Nahida, praktik pertamanya yang sukses besar ini benar-benar menjadi sebuah motivasi bagi dirinya. Dia berjalan dengan penuh kepercayaan diri, bahkan seolah-olah seperti mau terbang ke atas langit saja.
Namun, ketika dia berjalan sampai ke tikungan berikutnya, Nahida memerhatikan kalau ada beberapa bunga di luar dugaan yang warnanya sama sekali tidak cocok kalau ditanam secara bersamaan.
Dia memastikan dengan teliti dan hati-hati, akhirnya dia menyadari kalau dia tidak mempertimbangkan kemungkinan salah satu warna bunga yang berubah, karena lingkungan penanaman tidak dikontrol secara ketat.
Saat kembali memikirkan kalau pot tanaman ini mungkin sudah ditempatkan di sini selama puluhan hari dan semua orang sudah menyaksikan pengaturannya yang "sama sekali tidak indah" ....
Pada hari itu, ada banyak orang yang mengatakan kalau mereka melihat Nona Katheryne yang biasanya berdiri di belakang konter dengan percaya diri itu berjongkok di samping pot bunga dan menutupi wajahnya dengan tangannya, wajahnya menjadi merah total karena malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar